Ruko Graha Cendana B-12, CilandakSenin–Jumat 09.00–20.00Sabtu 09.00–17.00021-XXXX-XXXX
TutupBuka hari ini 09.00

Kebiasaan & Pencegahan

Sudah menyikat gigi dua kali sehari tapi tetap berlubang

Frekuensi menyikat bukan penentu tunggal. Yang lebih menentukan adalah bagian mana yang tersentuh sikat, dan berapa kali sehari gigi terpapar makanan.

drg. Bagas Nurhadi di ruang tindakan lantai dasar, di samping kursi perawatan dengan meja instrumen tertutup.

Ditinjau oleh

drg. Bagas Nurhadi

Diperbarui Juli 2026 · 3 menit baca

Ini salah satu keluhan yang paling sering terdengar di kursi perawatan, dan biasanya benar: pasien memang menyikat gigi dua kali sehari. Persoalannya terletak di tempat lain.

Yang tidak terjangkau sikat gigi

Sikat gigi membersihkan tiga permukaan: bagian luar, bagian dalam, dan permukaan kunyah. Ada dua permukaan lagi pada setiap gigi — sisi kanan dan sisi kiri yang berhadapan dengan gigi tetangganya. Bulu sikat tidak masuk ke sela itu.

Karena itu lubang di sela gigi adalah temuan yang sangat umum pada orang yang rajin menyikat. Kerusakan ini tidak terlihat dari luar, tidak teraba oleh lidah, dan sering baru ditemukan lewat foto rontgen.

Yang membersihkan sela gigi adalah benang gigi atau sikat sela, bukan sikat gigi. Bagi banyak orang, menambahkan satu kali penggunaan benang gigi per hari memberi perubahan lebih besar daripada menambah frekuensi menyikat.

Frekuensi makan lebih menentukan daripada jumlah gula

Setiap kali makanan atau minuman manis masuk, keasaman di permukaan gigi naik selama beberapa puluh menit sebelum kembali normal. Selama periode itulah mineral email larut sedikit demi sedikit.

Artinya, satu potong kue yang dimakan sekaligus berbeda pengaruhnya dengan camilan yang sama dibagi menjadi enam kali sepanjang hari. Yang kedua membuat gigi berada dalam kondisi asam jauh lebih lama, meski jumlah gulanya sama.

Yang paling sering terlewat: minuman manis yang diseruput perlahan sepanjang jam kerja, kopi dengan gula yang ditemani sepanjang pagi, dan permen yang dikulum lama.

Cara menyikat lebih menentukan daripada tenaga

Menyikat dengan tenaga besar tidak membersihkan lebih baik. Yang terjadi justru dua hal: gusi terdorong turun, dan permukaan gigi di batas gusi terkikis sehingga menjadi lebih sensitif.

Beberapa hal yang berpengaruh nyata:

  • Gunakan sikat berbulu lembut dan ganti setiap tiga bulan atau saat bulunya sudah melebar
  • Arahkan bulu sikat sedikit ke arah batas gusi, bukan hanya ke permukaan gigi
  • Sikat dengan gerakan kecil di tempat, bukan sapuan panjang mendatar
  • Sediakan waktu sekitar dua menit; sebagian besar orang berhenti jauh sebelum itu
  • Jangan menyikat segera setelah makan atau minum yang asam; tunggu sekitar 30 menit

Faktor yang tidak berkaitan dengan kebersihan

Ada beberapa keadaan yang membuat gigi lebih mudah rusak meski kebersihannya baik:

Bentuk permukaan kunyah yang berlekuk dalam. Lekukan sempit pada geraham dapat menahan sisa makanan di kedalaman yang tidak terjangkau bulu sikat. Untuk kondisi ini tersedia penutupan lekukan pada perawatan gigi anak, dan pada dewasa dinilai kasus per kasus.

Mulut yang kering. Air liur menetralkan asam dan membawa mineral kembali ke permukaan email. Sebagian kondisi kesehatan dan sebagian obat mengurangi produksinya, dan pada kondisi tersebut kerusakan berjalan lebih cepat.

Kebiasaan bernapas lewat mulut, terutama saat tidur. Efeknya mirip: permukaan gigi lebih lama dalam keadaan kering.

Susunan gigi yang berdesakan. Gigi yang bertumpuk memiliki area yang secara fisik tidak dapat dibersihkan. Pada kondisi ini, kebersihan yang baik pun punya batas, dan perawatan ortodonti kadang menjadi bagian dari penyelesaiannya.

Yang bisa dilakukan berikutnya

Bila lubang baru terus muncul meski Anda merasa kebersihannya sudah cukup, langkah yang paling berguna bukan menambah durasi menyikat, melainkan mengetahui titik mana yang selalu luput. Itu bisa dilihat pada pemeriksaan: dokter menunjukkan area yang paling sering tertinggal pada gigi Anda sendiri, dan menyesuaikan caranya berdasarkan temuan hari itu — bukan memberi anjuran umum.

Kapan sebaiknya diperiksa

  • Ada titik yang selalu menyangkut makanan
  • Gusi berdarah di area yang sama setiap kali menyikat
  • Muncul lubang baru pada pemeriksaan meski kebersihan dirasa cukup
  • Ada tambalan lama yang tepinya sudah berubah warna
  • Belum pernah diperiksa lebih dari satu tahun

Halaman perawatan yang berkaitan: Pemeriksaan & Konsultasi · Tambal Gigi · Scaling & Pembersihan Karang Gigi

Tulisan ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Kondisi setiap orang berbeda dan hanya dapat dinilai melalui pemeriksaan.

drg. Bagas Nurhadi di ruang tindakan lantai dasar, di samping kursi perawatan dengan meja instrumen tertutup.

Ditinjau oleh

drg. Bagas Nurhadi

Dokter Gigi Umum · STR 3101XXXXXXXXXX

Diperbarui Juli 2026

Artikel terkait

Bila keluhan Anda mirip dengan yang dijelaskan di atas

Pemeriksaan akan memastikan penyebabnya. Anda pulang membawa penjelasan kondisi beserta perkiraan biayanya, dan keputusan perawatan tetap milik Anda.

Pesan dibalas oleh resepsionis pada jam kerja klinik. Kami akan mengonfirmasi jadwal dokter yang menangani perawatan Anda sebelum janji ditetapkan.

Catatan demoIni website demo. Nomor WhatsApp klinik masih berupa placeholder, sehingga tombol membuka WhatsApp dengan pesan yang sudah tersusun tanpa nomor tujuan.

Buat JanjiTelepon